Semarakkan HUT RI, Ini Harapan Ponpes Al-Kahfi

Solo — Ratusan santri dari Yayasan Al Kahfi, Mojosongo, Kota Solo mengikuti puncak perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 yang diadakan di Masjid Al Musafirin, kompleks pondok setempat. Dengan mengusung tema “Demi terwujudnya NKRI Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur” diharapkan mampu membentuk generasi penerus bangsa yang unggul.

“Kemerdekaan Indonesia diwariskan oleh pendahulu bangsa. Sudah semestinya, untuk dijaga dan diisi dengan hal yang positif,” terang Ketua Yayasan Al Kahfi, Ustaz Ratun Sulaiman Rodi kepada wartawan, Kamis (22/8) malam.

Sejumlah rangkaian untuk meramaikan HUT Kemerdekaan RI juga telah diadakan di Pondok Al-Kahfi. Mulai dari lomba Agustusan, upacara bendera, pengibaran bendera merah putih dan ditutup dengan doa bersama yang diikuti oleh ratusan santri.

“Kami berupaya, mendidik santri yang unggul untuk generasi masa depan Bangsa Indonesia,” jelas Rodi.

Pondok Al-Kahfi pernah memiliki sejarah tentang salah seorang tenaga pondok yang pernah menjadi anggota teroris bernama Susilo pada tahun 2009 silam. Susilo terlibat jaringan Noordin M Top. Meski begitu, keterlibatan Susilo terkait terorisme tidak ada hubungannya dengan Pondok Al-Kahfi.

“Terkait sejarah itu, memang kami akui Susilo dulu itu mantan santri di sini. Setelah lulus, dia menjadi tenaga pemberi pakan ternak di pesantren. Keterlibatannya dalam terorisme tidak bisa disangkut pautkan dengan Pondok. Di sini kami mengajar hal positif, jauh dari ajaran terorisme. Terbukti, banyak warga disini yang menyekolahkan anaknya di Pondok. Artinya, mereka percaya bahwa kami memberikan ajaran yang baik,” jelas Rodi.

Bulan Kemerdekaan tahun ini, kata Rodi, merupakan momentum untuk menciptakan SDM yang unggul bagi Bangsa Indonesia. Dirinya yakin, santriwan dan santriwati yang dicetak Pondok Al-Kahfi mampu memberi kontribusi bagi kemajuan Bangsa dan Negari Indonesia.

Di tempat yang sama, pengawas Pondok Al-Kahfi, Muzamil mengatakan, pihaknya menanamkan kedisiplinan terhadap para santri. Selain itu, setiap awal pekan juga diadakan upacara bendera yang sebelumnya belum pernah diadakan.

“Tiap pekan, upacara bendera diadakan dengan pengibaran bendera. Termasuk, diiringi dengan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Memang, kami akui baru beberapa bulan terakhir. Tapi, ini kami lakukan demi persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Pihaknya berharap, momentum HUT Kemerdekaan RI ke-74 tahun mampu merekatkan dan mempersatuan warga negara Indonesia demi kesatuan NKRI.

Editor : Wahyu Wibowo

Site Footer