Rekonstruksi Pembunuhan Jasad Tinggal Tulang di Tegal Tak Akan Digelar di TKP

Rekonstruksi Pembunuhan Jasad Tinggal Tulang di Tegal Tak Akan Digelar di TKP
Polresta Surakarta Cyber News
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap remaja berusia 16 tahun di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal bakal dilaksanakan dalam waktu dekat.

Pasca-ekspose di Mapolres Tegal pada Kamis (15/8) lalu, penyidik Satreskrim belum menentukan lokasi rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap wanita bernama Nurkhikmah itu.

Namun, penyidik memastikan pelaksanaan rekonstruksi kasus pembunuhan keji itu tidak akan dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu rumah kosong di Desa Cerih.

Pasalnya, penyidik mengkhawatirkan potensi terjadinya hal-hal di luar kendali apabila rekonstruksi berlangsung di lokasi tersebut.
Hal itu diungkapkan Kasubag Humas Polres Tegal, Iptu Slamet Nur Rosyid. Menurut dia, keberadaan para pelaku yang terdiri dari Abdul Malik (20), Muhammad Soproi (18), Saiful Anwar (24), NL (17), dan AI (15) saat di TKP Desa Cerih diperkirakan dapat memancing keributan antar-warga desa.

Sebab, dia menambahkan, keluarga korban dan sebagian keluarga pelaku hidup bersama di Desa Cerih sebagai tetangga.

Jika pelaku hadir di desa itu, Slamet khawatir penyidik tak dapat mengantisipasi keributan di luar jangkauan saat rekonstruksi.

“Bahaya kalau rekonstruksi di desa itu. Pihak kami sedang mencari lokasi serupa untuk dilaksanakan rekonstruksi dengan menghadirkan kelima pelaku,” paparnya.

Sulit dijangkau

Selain itu, Slamet mengatakan,TKP yang berlokasi di Desa Cerih itu diketahui minim akses atau susah dijangkau.
(Lokasi TKP-Red) hanya bisa diakses motor roda dua. Kalau mobil tidak bisa. Itu menjadi satu pertimbangan juga,” katanya, Sabtu (17/8).

Sebelumnya diberitakan, warga Tegal digegerkan dengan temuan jasad tinggal tulang-belulang dalam karung di sebuah rumah kosong di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara pada Jumat (9/8) lalu.

Jasad yang ditemukan dalam kondisi kaki-tangan terikat itu merupakan korban pembunuhan.

Korban bernama Nurkhikmah itu dibunuh pada April 2019, atau 4 bulan lalu oleh lima pelaku secara spontan, tanpa terencana.

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo menyebut, para tersangka terdiri dari tiga laki-laki, dan dua perempuan yang ternyata masih di bawah umur.

Ada tiga hal dasar yang memicu terjadinya aksi pembunuhan sadis itu.

“Pertama karena sakit hati, kedua cemburu, dan ketiga didorong atas rasa kesetiakawanan di antara pelaku,” terangnya.

Dia menyebut, satu pelaku perempuan mengaku pernah disakiti korban lantaran kekasihnya direbut.

Pelaku perempuan lain mengaku pernah tersinggung dengan perkataan korban, baik lewat dunia maya maupun dalam keseharian.

Sementara, satu di antara pelaku laki-laki yakni Abdul Malik menjalin hubungan asmara dengan korban.

“Masing-masing pelaku memainkan perannya masing-masing,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 15 tahun, dan pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan dan Pemberatan, dengan ancaman kurungan 20 tahun.

“Dua pelaku di bawah umur tidak bisa didiversi karena ancaman pidana lebih dari 7 tahun,” tandasnya. (gum)
(TribunJateng)
Polresta Surakarta Cyber News

Leave a reply:

Your email address will not be published.

6 − 4 =

Site Footer