AS Beri Sanksi Putra Presiden Venezuela karena Bela Rezim Maduro

Polresta Surakarta Cyber News

WASHINGTON, KOMPAS.com – Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap putraPresiden Venezuela Nicolas Maduro, Jumat (28/6/2019), karena mendukung “rezim tidak sah” yang dipimpin ayahnya.

Sanksi yang diberlakukan itu termasuk membekukan seluruh aset yang dimiliki Nicolas Ernesto Maduro Guerra di AS, serta melarang individu maupun lembaga AS melakukan bisnis dengan putra Maduro.

“Maduro bergantung pada putranya Nicolas dan orang-orang yang dekat dengan rezim otoriternya untuk mempertahankan cengkeraman ekonomi dan menekan rakyat Venezuela,” kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, saat mengumumkan sanksi.

“Departemen Keuangan akan terus menargetkan kerabat dan orang terdekat yang terlibat dalam rezim tidak sah yang mengambil keuntungan dari korupsi Maduro,” lanjut pernyataan menteri, dikutip AFP.

Tindakan baru AS itu datang saat Maduro melakukan konsolidasi atas kekuasaannya setelah pemerintahannya mengklaim berhasil menggagalkan upaya kudeta yang dipimpin oposisi Juan Guaido.

Guaido, pemimpin Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi, mendeklarasikan dan diakui oleh lebih dari 50 pemerintah negara sebagai penjabat presiden Venezuela.

Dalam menargetkan putra Maduro, Departemen Keuangan AS mencatat bahwa Nicolas adalah anggota Majelis Konstituen yang dibentuk pemerintahan Maduro untuk mengesampingkan Majelis Nasional.

Sementara AS menyebut Majelis Konstituen tersebut sengaja dibentuk melalui proses yang tidak demokratis untuk menumbangkan kehendak rakyat Venezuela.

Departemen Keuangan AS juga menyebutkan bahwa Nicolas memperoleh keuntungan dari tambang Venezuela bersama dengan kedua orangtuanya.

Nicolas disebut juga terlibat dalam upaya propaganda dan penyensoran atas nama pemerintah Maduro.

AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap presiden dan delapan anggota Majelis Konstituen Venezuela sebagai bagian dari upaya yang menargetkan pendapatan minyak pemerintah dan akses ke pasar keuangan internasinal.

Sejumlah sanksi baru telah diterapkan AS terhadap pemerintah maupun pejabat Venezuela dalam sepekan terakhir.

Polresta Surakarta Cyber News

Site Footer