Rekonsiliasi Fatah-Hamas Dibutuhkan untuk Hadapi Israel

Polresta Surakarta Cyber News

Jakarta, CNN Indonesia – Di samping proses perundingan damai dengan Israel yang terhenti, Palestina juga memperbaiki  masalah di dalam negeri. Persoalannya adalah pertikaian antara dua kelompok politik besar,  Fatah dan Hamas .

Sampai saat ini kedua belah pihak masih berseteru, sementara proses musyawarah sudah digelar berkali-kali. Kedua faksi telah berselisih sejak 2007 silam.

“Presiden Palestina, Mahmud Abbas sangat ingin menyampaikan silaturahmi yang bisa dilakukan dari Fatah ke Hamas dan Hamas ke Fatah, sehingga banyaklah proses-proses rekonsiliasi yang bisa dilakukan,” kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (26/6).

“Presiden sendiri ingin masalah ini selesai dan kita bisa bersatu kembali dari segala sisi,” tambahnya.

Zuhair ada banyak negara tetangga di kawasan Arab yang memberikan bantuan guna menyelesaikan konflik dua faksi yang telah dilakukan lebih dari satu pembaruan tersebut.

Pemerintah Palestina, kata Zuhair, ingin menyelesaikan Hamas dan Fatah agar bisa menyelesaikan masalah Israel di meja perundingan.

Fatah merupakan pendukung pemerintah Palestina di Tepi Barat sedangkan rivalnya, Hamas menguasai Jalur Gaza. Lebih berbeda pendapat dalam menyikapi perlawanan terhadap Israel.

Fatah menentang penolakan dengan pihak Israel. Sementara itu, Hamas tetap menolak keras terhadap Israel dan menolak disetujui negara itu.

Hamas bahkan kerap kali diluncurkan roket ke wilayah Israel.

Kubu kedua didahului oleh mediasi oleh Mesir pada Oktober 2017 lalu. Hamas bahkan melunak dan merencanakan Jalur Gaza ke Fatah.

Meskipun begitu, persetujuan damai itu tetap menjadi wacana dan sampai sekarang berakhir dengan ketidakjelasan.

Polresta Surakarta Cyber News

Site Footer