Meksiko Tambah Pasukan di Sepanjang Perbatasan dengan AS

Polresta Surakarta Cyber News

Jakarta, CNN Indonesia — Meksiko mengerahkan 15 ribu pasukan Garda Nasional ke kawasan perbatasan dengan Amerika Serikat guna membendung imigran yang mencoba masuk ke Negeri Paman Sam secara ilegal.

“Kami melakukan pengerahan total mencakup Pasukan Nasional dan militer antara 14 ribu hampir 15 ribu di perbatasan utara negara (Meksiko),” kata Menteri Pertahanan Meksiko, Lusi Cresencio Sandoval, dalam jumpa pers bersama Presiden Andres Manuel Lopez Obrador.

Cresencio menuturkan belasan ribu pasukannya itu ditempatkan guna menahan para imigran dari Meksiko dan negara lainnya di Amerika Tengah yang berupaya masuk ke AS.

“Ya, pasukan ditempatkan untuk menahan para imigran agar mencegah mereka masuk (AS). Mengingat bahwa migrasi ilegal bukanlah kejahatan, melainkan pelanggaran administratif, kami hanya menahan mereka dan menyerahkan kepada pihak berwenang di Institusi Migrasi Nasional,” papar Cresencio seperti dikutip AFP.

Meksiko terus menghadapi kritik atas penahanan imigran di perbatasan. Fotografer AFP sempat mendokumentasikan sejumlah pasukan Pengawal Nasional bersenjata lengkap di Ciudad Juarez menghentikan dua wanita dan seorang gadis muda secara paksa ketika mereka hendak menyeberangi sungai Rio Grande ke AS.

Pengetatan kebijakan imigrasi Meksiko ini dilakukan ketika pemerintahan Presiden Obrador terus berada dalam tekanan AS. Presiden Donald Trump terus mendesak Meksiko mengurangi gelombang imigran ilegal yang masuk ke AS melalui negaranya.

Trump bahkan mengancam akan memberlakukan sanksi tarif jika Meksiko tak bisa menghalau para imigran ilegal itu masuk negaranya.

AS memberikan Meksiko tenggat 45 hari sejak 7 Juni lalu untuk bersikap demi membendung para imigran ilegal masuk ke AS.

Trump menginginkan Meksiko berupaya lebih keras lagi untuk menghentikan gelombang imigran ilegal itu.

Sampai saat ini, sebanyak 12 juta ilegal imigran diperkirakan berada di Amerika Serikat. Sebagian besar dari mereka berasal dari Meksiko dan negara lainnya di Amerika Tengah.

Polresta Surakarta Cyber News

Site Footer