Guru Besar Undip Meninggal Dunia, Sosok Almarhum Prof Agus Maladi Masih Aktif Mengajar Meski Sakit

Polresta Surakarta Cyber News, Semarang – Mendiang Prof Dr Agus Maladi Irianto MA dikenal ulet semasa hidupnya.

Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Undip ini masih mengajar meski dalam kondisi sakit.

Ia menghembuskan nafas terakhir setelah menderita penyakit komplikasi hati di RSUP dr Kariadi Semarang, Jumat (15/3/2019) pukul 03.25.

Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama menyebutkan, keuletan Agus Maladi dibuktikan tercatat sebagai dosen dengan jumlah hak atas kekayaan intelektual (Haki) terbanyak.

Karya-karya Agus Maladi tidak hanya terbatas pada akademik namun juga seni dan budaya.

“Almarhum kami kenal ulet dan berprestasi. Selalu berusaha lebih baik dan bermanfaat. Berbagai prestasi ditorehkan di tengah kondisi sakit,” sebutnya saat Upacara Penghormatan Jenazah di Auditorium Imam Bardjo Undip Peleburan.

Agus Maladi meninggal di Usia 57 tahun. Hingga wafat ia menjabat sebagai kapala program studi S2 Ilmu Susastra FIB Undip.

Ia memperolah gelar guru besar pada 1 Desember 2016. Dalam bidang organisasi kebudayaan, ia pernah menjabat Ketua dan Penasehat Dewan Kesenian Semarang (Dekase).

Budayawan Semarang Prie GS menyebutkan, Agus Maladi merupakan sosok yang sangat mementingkan persahabatan. Ia mengenang, pernah mengkeritik karya Agus Maladi.

Namun, keritik itu tidak ditanggapi dengan serius oleh mendiang demi menjaga persahabatan keduanya.

“Beliau orang yang sangat peka secara nurani, lembut hati dan tidak pernah mau er. Saya pernah mengkritik dia dengan sangat keras, itu saya sesali sampai hari ini. Beliau tidak mengindahkan kritik yang brutal itu dan lebih mementingkan persahabatan,” ujarnya.

Ia mengaku kehilangan atas kepergian lulusan Ilmu Antropologi UI ini.

Menurutnya, Agus Maladi mencintai sastra secara akademik berbeda dengan sastrawan maupun orang awam yang mencintai sastra berdasarkan pendekatan intuisi.

“Kesenian di mata beliau menjadi terukur. Kesenian selama ini kami dekati secara romantis saja tetapi di tangan beliau didekati dengan keilmuan,” katanya.

Mantan Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi mengatakan, almarhum merupakan pribadi yang utuh. Sebagai seorang dosen ilmu budaya, menurutnya Agus Maladi total mengabdikan diri dengan menjadi Budayawan.

“Dalam kondisi gangguan kesehatan, tetap mununjukkan total dalam berkarya, konsisten dan jujur,” sebutnya.

Keberadaan Agus Maladi di Undip, menurutnya memberikan sentuhan kemanusian dalam karya-karya kebudayaannya.

“Memberi warna humanis bagi Undip. Ketika saya rektor, selalu mengingatkan supaya ada nuansa budaya, Undip tidak hanya mengejar Iptek,” ujarnya.(*)

Polresta Surakarta Cyber News

Sumber : jateng.tribunnews.com

Leave a reply:

Your email address will not be published.

eighteen + fourteen =

Site Footer