Ganjar Pastikan Anggaran Rp 18 Miliar untuk Apel Kebangsaan Sesuai Prosedur

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pengadaan anggaran untuk pelaksanaan acara Apel Kebangsaan dengan tema “Kita Merah Putih” yang mencapai Rp 18 miliar, sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Kami sangat transparan, maka siapa pun bisa melihat.

Soal tidak sepakat dengan jumlah, monggo, tapi kami harus menghadirkan seluruh masyarakat di Jawa Tengah,” katanya di Semarang, Jumat (15/3/2019). Baca juga: Bawaslu Awasi Pelaksanaan Apel Kebangsaan di Semarang Ganjar mengatakan, besar kecilnya anggaran kegiatan itu bersifat relatif karena acara yang akan dilaksanakan di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima itu, bakal dihadiri hingga 130.000 orang yang berasal dari 35 kabupaten/kota.

Jika ada asumsi atau tuduhan dari sejumlah pihak yang menyebutkan bahwa dana penyelenggaraan itu dikorupsi, Ganjar secara tegas menjawab bahwa hal itu tidak benar. “Kalau anda tahu, (dana) itu untuk mereka semua.

Target kita 100.000, dihitung lagi ternyata 130.000, yang lain asumsi, katanya mau dikorupsi. Kalau kami mau sembunyi-sembunyi enggak kami buka kok, makanya semua orang bisa buka, itu hebatnya (transparansi) Jawa Tengah,” ujarnya. Politikus PDI Perjuangan itu membuka diri untuk dikritisi oleh berbagai pihak.

“Soal tidak sepakat jumlah anggaran enggak apa-apa, tapi kita bisa jelaskan,” katanya. Mengenai adanya tuduhan bahwa Apel Kebangsaan itu salah satu bentuk kampanye terselubung, Ganjar menegaskan bahwa kegiatan itu tidak ada motivasi politik praktis, meskipun diselenggarakan menjelang pemilu, apalagi untuk mendukung salah satu pasangan calon presiden.

Ganjar mengajak semua elemen masyarakat untuk hadir, sekaligus mengkritisi pelaksanaan Apel Kebangsaan. “Justru menjelang pemilu, kami tidak mau Jawa Tengah dirobek-robek, maka kita menghadirkan semua orang.

Kalau ada orang marah-marah ini kampanye terselubung, loh yang mana (dukungan) capres tertentu,” katanya. Terkait dengan hal itu, Ganjar mengundang semua pihak, apapun pilihan politiknya, untuk hadir pada Apel Kebangsaan.

“Kita undang semuanya, mereka yang belum punya hak pilih kita undang sehingga kita bisa menanamkan itu. Siapa pun boleh datang, tapi kami berprinsip bertanggung jawab karena ini kerja kita bersama,” ujarnya.

Acara Apel Kebangsaan digelar sebagai bentuk kekhawatiran terhadap banyaknya fitnah, hoaks, maupun ujaran kebencian yang terjadi, khususnya di Jawa Tengah. “Yang membuat saya makin gelisah, hal-hal negatif tersebut justru tersebar saat menjelang pemilu sejak pilgub lalu. Begitu terpilih kembali, saya ingin memupuk kembali rasa persatuan di Jawa Tengah,” katanya.

Kendati demikian, Ganjar menyayangkan kritikan itu dilontarkan oleh pihak-pihak yang secara pilihan politik berbeda dengan dirinya. Untuk meminimalisasi politisasi acara Apel Kebangsaan, telah diinstruksikan pelarangan membawa atribut partai politik maupun kandidat capres.

Polresta Surakarta Cyber News

Sumber : Kompas.com

Leave a reply:

Your email address will not be published.

8 − 8 =

Site Footer