Angka Bebas Nyamuk di Depok Sleman Masih di Bawah Standar

Polresta Surakarta Cyber News , Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengintensifkan pemeriksaan jentik nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) di tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang. Seperti bak penampungan air dan lainnya.

Pemeriksaan jentik ini bagian dari antisipasi kasus DBD. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran warga dalam berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sekaligus menekan kasus DBD. Tercatat hingga minggu kedua Maret 2019, sudah terjadi 218 kasus DBD.

“Karena itu pemberantasan sarang nyamuk ini penting,” kata Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Novita Krisnaeni saat bersama tim kelompok kerja operasional (Pokjanal) DBD Sleman melakukan monitoring jentik
nyamuk Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (15/3/2019).

Menurut Novita, karena masalah kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, maka pihaknya mendorong warga terus memperhatikan kondisi di lingkungannya masing-masing,  terutama di tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk. Baik ada maupun tidak ada pemeriksaan.

“Karena bisa jadi nyamuk yang ada di salah satu rumah akan menggigit tetangga di sebelahnya,” katanya.

Hasil monitoring Pokjalan DBD Sleman di Ambarukmo menunjukkan, Angka Bebas Jentik (ABJ) baru mencapai 85%. Nilai itu masih di bawah standar, yakni sebesar 95%. Dari 226 rumah yang diperiksa, 32 rumah di antaranya masih ditemukan jentik.

Camat Depok Abu Bakar mengatakan, pihaknya akan memperhatikan kebersihan lingkungan. Di antaranya dengan membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan di sekitar tempat tinggalnya.

Polresta Surakarta Cyber News

Sumber : sindonews.com

Leave a reply:

Your email address will not be published.

3 × four =

Site Footer