Rongsokan Pasar Darurat Klewer Solo akan Dilelang Ulang

Polresta Surakarta Cyber News — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo segera melelang ulang bekas bangunan Pasar Darurat Klewer di Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo. Lelang ulang barang rongsokan tersebut setelah Pemkot dua kali gagal melelang lantaran tak diminati kontraktor.

Nilai penawaran terendah terlampau tinggi menjadi penyebabnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan saat ini masih menunggu taksiran ulang bekas bangunan pasar darurat Klewer tersebut. Taksiran ulang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

“Kami hitung ulang untuk menurunkan penawaran terendah. Sekarang masih tunggu itu, baru akan kita lelang lagi,” kata Subagiyo ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Rabu (3/10/2018).

Pemkot Solo telah mengevaluasi dua kali tender pembongkaran kios di sisi timur yang tidak diminati peserta lelang. Hal ini ditengarai karena nilai penawaran terendah yang ditetapkan Pemkot terlampau tinggi.

Dalam lelang digelar Mei 2017 lalu, nilai penawaran terendah ditetapkan Rp7.289.105.100 dan uang jaminan Rp 1,5 miliar. Lelang itu meliputi pembongkaran bangunan rangka baja, atap dan fondasi.

Kemudian hitungan appraisal nilai tersebut turun dari Rp7 miliar menjadi Rp 3 miliar. Namun demikian masih menunggu finalisasi hasil taksiran akhir.

Subagiyo mengatakan proses taksir ulang bangunan menghambat realisasi target lelang penghapusan aset pasar darurat Klewer sisi timur. Penghapusan aset ini sejalan dengan rencana Pemkot merestorasi kawasan Alut pasca digunakan sebagai lokasi pasar darurat Klewer.

Prosesnya pembongkaran bangunan pasar darurat mulai dikerjakan pada bagian sisi timur. Sebab bangunan sisi barat kini digunakan sebagai pasar darurat bagi pedagang Pasar Klewer timur.

“Jadi nanti timur dulu kita bongkar, setelah itu kami akan membongkar kios darurat sisi barat dan memindahkan seluruh pedagang ke bangunan pasar permanen. Sesudah itu baru Alun-alun kita perbaiki,” katanya.

Subagiyo tak memungkiri bekas bangunan pasar darurat kondisinya mangkrak, sejak dikosongkan setahun lalu. Sebagian kios semipermanen sisi barat kini masih digunakan pedagang Pasar Klewer sisi timur.

Selain itu 20 unit bekas material bangunan tersebut dimanfaatkan untuk hunian sementara bagi warga RW023 Kelurahan Semanggi.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

4 × 5 =

Site Footer