Bakdan Kupat di Klaten, Polres Klaten Beri Pengamanan Berlapis

Klaten, Tradisi Bakdan Kupat atau Lebaran Ketupat digelar meriah di Rowo Jombor, Klaten, Jumat (22/6/2018). Bakdan kupat adalah tradisi Syawalan yang selalu digelar sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri. Ribuan warga berdatangan untuk memeriahkan acara tersebut. 37 Gunungan dari ketupat dan lauk-pauknya diarak beramai-ramai kemudian diperebutkan secara meriah dan penuh kegembiraan.
Tradisi turun-temurun itu diadakan di Bukit Sidoguro yang berada di kawasan Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten. Meskipun acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga siang, namun semenjak pagi warga sudah memadati lokasi. 25 gunungan ketupat telah dipersiapkan semenjak pagi dari pintu masuk obyek wisata Rowo Jombor yang selanjutnya akan diarak menuju Bukit Sidoguro sekitar 1 kilometer.
Sebagai agenda rutin tahunan, polres Klaten sendiri menerjunkan 90 personel untuk mengamankan kegiatan tersebut. Pembagian terdiri dari 3 lapis mulai pintu masuk, lokasi sebaran hingga tenda VIP, “ Kami kerahkan mulai dari Dalmas, pengamanan tertutup hingga Polwan”, terang Kabag Ops Polres Klaten Kompol Tumiran.
Puncak acara dilaksanakan sekitar pukul 09.30, yakni ribuan warga yang berebut gunungan ketupat. Setelah didoakan, warga akan menyerbu ribuan ketupat lengkap dengan lauk-pauk siap santap.
Tak hanya ketupat yang disediakan, berbagai hidangan penghias gunungan juga dipasang. Diantaranya sayur-mayur hasil pertanian. Tak cuma itu, masakan menu khas Jawa pelengkap santap ketupat juga disertakan. Diantaranya opor ayam, serundeng, sambal goreng ati hingga kerupuk diletakkan pada gunungan. Dengan demikian, warga yang hadir akan bisa langsung menyantap.
Usai puncak acara, masyarakat akan dihibur dengan hiburan orkes melayu. Petugas sendiri tidak akan mengendurkan pengamanan, hiburan musik tersebut tetap akan mendapatkan pengawalan dari Polres Klaten hingga usai acara menjelang sore hari.
“Kita upayakan pengamanan maksimal, kami mengantisipasi adanya orang mabuk maupun berkelahi, konser musik, terlebih orkes melayu kan rawan bersenggolan, kita mengamankan agar tidak terjadi keributan” jelas Kabag Ops.
(erq/humasresklaten)

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer