Polres Klaten Melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Demi Indonesia

Polres Klaten – melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam meningkatkan Kamtibmas, kejadian Penyerangan terhadap tokoh agama akhir akhir ini dan implementasi Pasal 44 KUHP, Jumat (2/3/2018).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara antara lain dari Rumah Sakit Jiwa Sujarwadi, Dinas Sosial dan dari Kepolisian diikuti dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan serta para Kapolsek se Klaten. Topik hangat yang dibicarakan adalah pertanggungjawaban orang gila yang menyerang para ulama.
Kapolres Klaten yang di wakili Kanit Binmas selaku narasumber dalam sambutannya menjelaskan bahwa :
1. Dengan adanya dilaksanakannya kegiatan FGD ini, mari kita tingkatkan sinergitas kemitraan guna mewujudkan kamtibmas yg kondusif di Wilayah Hukum Polres Klaten menuju Pilgub 2018. 2. Kepada seluruh masyarakat agar selalu melaksanakan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang ada di Desa Masing-masing, bersama-sama selalu dalam menyelesaikan permasalahan yg ada di Desa. 3. Diharapkan kepada masyarakat agar selalu menjaga keamanan di Desa masing-masing terutama saat ini sudah memasuki tahapan Pilgub yaitu masa kampanye, diharapkan kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan perkataan-perkataan yang tidak benar sehingga dapat membuat situasi menjadi tidak kondusif.
Dokter Cahyadi Nurdin selaku narasumber dalam sambutannya menjelaskan bahwa :
1. Jika melihat pasal 44 tersebut tidak dapat berdiri sendiri. Pasal ini menyatakan orang yang mendalami gangguan jiwa yang mempu mempertanggungjawabkan maka bebas dari hukuman.
2. Tidak semua orang gangguan jiwa itu akan melukai orang lain. Justru banyak orang terkena gangguan jiwa malah produktif, bisa bekerja dan bisa sekolah bisa berkontribusi buat masyarakat. Sehingga jangan yang disorot tindak kekerasannya.
” Intinya jangan menstigma kasus sekarang yang dibesar -besarkan itu aspek negatifnya. Orang yang tidak gangguan jiwa lebih banyak yang membunuh,” ungkap dokter Cahyadi Nurdin.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer